pada waktu yang tepat
Salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi adalah persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu (pas dengan rancangan kurikulum, tidak lebih tidak kurang).
Saya ingin menawarkan cara pandang lain.
Bagaimana jika kita ubah paradigma “lulus tepat pada waktunya” menjadi “lulus pada waktu yang tepat”?
Bukankah akan lebih baik jika mahasiswa lulus pada saat memang ia sudah cukup memiliki bekal untuk kehidupan lanjutnya, lulus saat memang tersedia tempat yang sesuai untuknya berhikmat mengabdikan diri, lulus kala ia telah siap menerjuni dunia dan dunia telah pula siap menerimanya?
Kalau kita sepakat menggunakan cara pandang yang kedua, saya yakin banyak hal yang akan berubah dan lebih banyak hal lagi yang harus kita ubah.
.
December 17th, 2009 at 3:00 pm
Saya setuju dengan Anda pak.
Itulah kenapa teman-teman saya menunggu hingga 7 tahun untuk lulus…
December 17th, 2009 at 5:43 pm
@iamnotevil
Pertanyaannya: sampai 7 tahun itu karena prinsip atau karena nasib?
Saya sih berharap karena alasan yang pertama (prinsip).
February 9th, 2010 at 12:34 pm
saya lulus 3,8 tahun karena sudah nggak kuat ngerjain TA T-T
February 9th, 2010 at 1:51 pm
@suryo pranoto
Sudahlah Sur… tidak perlu diungkit lagi masa perjuangan penuh ketidakjelasan itu.
Semua sudah tahu betapa mengenaskannya orang yang ngerjain TA dengan topik yang datang lewat wangsit :p
Kamu sendiri merasa lulusmu yang 3,8 tahun kemarin pada saat yang tepat atau tidak?
Kalau belum tepat, kuliah lagi aja… ntar kita cari topik penelitian yang lebih heboh dan bikin pusing
February 10th, 2010 at 12:23 am
Ehm, pak … saya ngibarin bendera putih aja dulu deh skarang
. Masih seneng dekem di data center