semoga tersesat di jalan yg benar
Hari Sabtu tanggal 29 Agustus yang lalu saya diundang oleh HMIF untuk datang dalam salah satu acara di rangkaian MABIM untuk mahasiswa baru IF 2009.
Setelah ngobrol kesana kemari, ada salah satu mahasiswa baru yang angkat tangan untuk bertanya.
“Pak, saya dengar kuliah di Informatika ini sulit.
Kalau nanti setelah tahun pertama saya mau pindah jurusan boleh kan, Pak?
Caranya bagaimana?”
*wakwawww….*
Mahasiswa baru masuk kok sudah punya pikiran seperti itu
Jangan-jangan selama ini telah terpatri dalam diri mahasiswa Informatika suatu keyakinan bahwa kuliah di Informatika itu sulit. Bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini sudah ditakut-takuti, nanti akan ketemu ini.. ketemu itu… sulit minta ampun.. nilai pelit… susah lulus.. buat TA/PA sulit.. sidang kayak ladang pembantaian dll.
Mungkin kita (dosen, mahasiswa senior, dst.) ikut berkontribusi dalam menakut-nakuti dan menanamkan kesan itu.
“Dik, kuliah di Informatika itu tidak sulit. Percayalah.
Tidak ada yang sulit, yang ada hanyalah banyak hal baru dan menyenangkan yang akan anda temui selama kuliah di Informatika.
Memang untuk menguasai hal-hal baru dan menyenangkan itu tidak mungkin dilakukan tanpa kerja cerdas yang keras.”
Saya jadi ingat waktu dulu kuliah Jaringan Komputer di S1. Di awal kuliahnya dosen saya berkata,”Untuk menguasai jaringan komputer hanya diperlukan akal sehat”.
Mungkin saya juga bisa berkata serupa itu kepada mahasiswa Informatika, “Hanya perlu sehat jasmani-ruhani dan kerja cerdas yang keras untuk dapat menguasai materi dan menyelesaikan kuliah di Informatika dengan suka cita”
Saya memang sengaja tidak menjawab pertanyaan tentang cara pindah jurusan.
“Masuk Informatika ini tidak mudah. Setelah masuk, mengapa harus berpikir untuk pindah?
Kalaupun saat ini merasa tersesat, berdoalah semoga anda tersesat di jalan yang benar. Kemudian berusahalah dengan sungguh-sungguh agar ketersesatan tersebut mendatangkan manfaat dan berkah untuk semua”
.












