co.id?
Baru tahu, ternyata ITTelkom sudah memproklamirkan diri masuk domain co.id (bukan lagi ac.id)

Sekedar kesalahan ketikkah?
Atau ini adalah ungkapan paling jujur dari nurani terdalam?
.
Baru tahu, ternyata ITTelkom sudah memproklamirkan diri masuk domain co.id (bukan lagi ac.id)

Sekedar kesalahan ketikkah?
Atau ini adalah ungkapan paling jujur dari nurani terdalam?
.
geMasTIK 2009 ini bisa jadi adalah geMasTIK paling ‘romantis’ yang pernah saya ikuti. (iyalaah.. geMasTIK juga baru diadakan 2 kali)
Menjelang maghrib pada hari pertama, mendadak kampus ITTelkom jadi gelap gulita. Aliran listrik terputus lebih dari 1 jam.
Alhasil, panitia dan juri menikmati makan malam dalam keremangan cahaya lilin. Romantis

Salah satu kegiatan pendamping geMasTIK 2009 adalah Pameran Riset (PARIS) ITTelkom.
Di bawah ini adalah salah satu spanduk kegiatan tersebut.
Silakan perhatikan tanda elips merah.
Apakah memang sengaja mau dituliskan dalam bahasa gado-gado (Inggris & indonesia)?

.
Kemarin sore saya mendapat undangan untuk ikut serta dalam acara pembekalan kontingen ITTelkom finalis geMasTIK 2009.
Saat WaRek 3 (Pak Imam) memberikan kesempatan kepada saya untuk berbicara, saya cuma tayangkan dua gambar via LCD projector.

Kepada para finalis saya katakan (tidak persis benar dengan yang terucap waktu itu),
“Ini adalah foto pemenang geMasTIK 2008, yang naik panggung dan menerima penghargaan pada acara penutupan.
…
Mulai detik ini saya ingin kalian membayangkan diri kalian adalah salah satu orang yang akan ada di atas panggung tersebut di acara penutupan geMasTIK 2009, berbisik syukur, tersenyum lebar, berteriak girang, sembari mengacungkan papan bertuliskan ‘Juara I’.
…
Mimpi tidak akan pernah jadi kenyataan tanpa usaha manusiawi dan spiritual.
Saya yakin persiapan kalian sudah 99%. Tidak mungkin tanpa persiapan dan kerja keras kalian bisa masuk final. Tapi masih ada 1% yang bisa menentukan hasil.
Masih ada sekian juta detik yang bisa dimanfaatkan untuk berbenah diri agar Tuhan melihat bahwa kita memang pantas dianugerahi medali emas.
…”

“Dengan izin Tuhan dan usaha kita, semoga tahun ini piala bergilir Samyakbya Padesa Widya masih akan tetap berada di kampus kita”
.
Dalam acara silaturahim YPT Group pasca lebaran kemarin, ada sejumlah (sekitar 30-an) pegawai YPT Group yang mendapat “penghargaan” masa kerja 10 tahun dan 15 tahun.
Dengan agak berseloroh, seorang teman mempertanyakan penggunaan istilah “penghargaan” dalam hal ini. Pertanyaan itu langsung disambut dengan jawaban spontan dari yang lain, “Perlu perjuangan yang tidak ringan untuk bisa bertahan tetap di YPT Group selama itu. Perjuangan dan keteguhan hati itulah yang mendapat penghargaan”.
Dengan menjunjung tinggi asas berbaik sangka, saya punya hipotesis bahwa sebagian besar -kalau tidak ingin menyebut ’semua’- pegawai di YPT Group adalah orang-orang yang memang memilih untuk bergabung dengan YPT Group. Menjadi pegawai YPT Group bukan karena keterpaksaan (karena tidak bisa diterima di tempat lain). Mereka ada di sini lebih didorong oleh idealisme. Idealisme tentunya akan berbuah loyalitas dan integritas.
Di sisi lain, ada pertanyaan pragmatis, “Apakah idealisme bisa dimakan? Bisa bayar sekolah anak? Bisa bayar cicilan rumah? dll.”
Semoga idealisme yang luhur tidak terjun bebas manakala dikonfrontasikan dengan basic need manusia.
Apa yang bisa menjamin hal ini tidak terjadi?
.
Awal perkuliahan semester ganjil 2009-2010 ini nyaris berhimpit dengan awal Ramadhan 1430H.
Alhamdulillah, kuliah pertama tadi pagi (jam 07.00) tidak seperti yang disangka beberapa rekan dosen. Karena merupakan hari pertama kuliah, masih capek akibat perjalanan dari kampung, masih belum tahu jadwal pasti, awal bulan puasa, maka beberapa rekan dosen menyangka kuliah hari Senin ini pasti agak lengang alias tidak banyak mahasiswa yang masuk.
Sebelum saya masuk kelas, justru sudah ada beberapa mahasiswa yang sudah duduk manis di dalamnya. Sampai kuliah saya mulai jam 07.00, telah ada sekitar 20-an mahasiswa. Berangsur-angsur mereka datang, hingga di akhir kuliah tercatatlah 41 orang mahasiswa hadir.
Mungkin justru karena barokah bulan Ramadhan, mahasiswa bisa masuk kelas jam 07.00 dengan lebih ringan dibanding bukan di bulan Ramadhan.
Saya harus minta maaf kepada Presiden Direktur Yayasan Pendidikan Telkom (Dr. Herry Kusaeri) karena dengan sengaja tidak mematuhi Surat Edaran YPT no. 424/SDM-07/YPT/2009 tentang Jam Kerja Selama Bulan Puasa 2009. Pada surat edaran tersebut tertulis jam kerja selama bulan Puasa adalah sebagai berikut:
Sementara pada kenyataannya di bulan Puasa ini telah, sedang, dan akan ada dosen, admin, dan mahasiswa yang mulai bergiat jam 07.00 dan mengakhiri kegiatannya di kampus hingga menjelang Maghrib.
Semoga berkah Ramadhan mengimbas pada awal hingga akhir semester ini, sehingga memberikan sebesar-besar manfaat dan berkah bagi kita semua.
.