Aug 24 2009

Welcome Party mhs baru IF 2009

Penyambutan mahasiswa baru Fakultas Informatika tahun 2009 sengaja dibuat dengan atmosfer yang tidak biasa.
Tim EO (COK, EGP, RVI, Jack) merancang acara yang menampilkan sisi lain dari orang-orang (dosen dan admin) dan suasana IF.

Setelah mengikuti upacara 17-an (yang tentunya dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus lalu) di lapangan rektorat, semua dosen, admin, dan mahasiswa baru IF berkumpul di lapangan futsal (sebelah utara gd F).

Berikut beberapa snapshot-nya:

{photographer: ERF}

.

Mahasiswa baru IF 2009

img_0407 img_0417

.

Acara dibuka dengan siraman rohani

img_0427

.

Acara ini jadi meriah karena dipandu oleh….

img_0431

.

Sambutan selamat datang oleh Dekan Fakultas Informatika

img_0441 img_0442

.

Perkenalan punggawa Fakultas

img_0448

.

Sementara itu di pinggir lapangan….

img_0422 img_0566 img_0456 img_0458 img_0565

.

Games untuk mahasiswa baru
Berhadiah merchandise ITTelkom dan voucher Gramedia

img_0477 img_0484 img_0485

.

Ibu-ibu dosen in action

img_0491 img_0492

.

Gantian bapak-bapak dosennya

img_0520 img_0522

.

Sekarang staf administrasi Fak IF

img_0561

.

Ada penyematan pin yang secara simbolis menyatakan bahwa mahasiswa baru 2009 telah diterima menjadi anggota keluarga baru Fakultas Informatika.

Penyematan dilakukan oleh semua dosen dan karyawan Fak IF yang hadir kepada sejumlah mahasiswa dan mahasiswi baru.

Sayangnya ERF harus ikut menyematkan pin sehingga tidak bisa motret. Masih hunting foto penyematannya nih, karena rasanya waktu itu ada yang motret-motret juga selain ERF.

.

Acara ditutup dengan doa bersama

img_0591

Mahasiswa baru siap untuk agenda berikutnya

img_0601

Tim EO beres-beres

img_0605

.

Semoga acara ini membawa banyak manfaat dan berkah untuk kita semua. Amin.

.


Aug 24 2009

Awal semester di awal Ramadhan

Awal perkuliahan semester ganjil 2009-2010 ini nyaris berhimpit dengan awal Ramadhan 1430H.

Alhamdulillah, kuliah pertama tadi pagi (jam 07.00) tidak seperti yang disangka beberapa rekan dosen. Karena merupakan hari pertama kuliah, masih capek akibat perjalanan dari kampung, masih belum tahu jadwal pasti, awal bulan puasa, maka beberapa rekan dosen menyangka kuliah hari Senin ini pasti agak lengang alias tidak banyak mahasiswa yang masuk.

Sebelum saya masuk kelas, justru sudah ada beberapa mahasiswa yang sudah duduk manis di dalamnya. Sampai kuliah saya mulai jam 07.00, telah ada sekitar 20-an mahasiswa. Berangsur-angsur mereka datang, hingga di akhir kuliah tercatatlah 41 orang mahasiswa hadir.

Mungkin justru karena barokah bulan Ramadhan, mahasiswa bisa masuk kelas jam 07.00 dengan lebih ringan dibanding bukan di bulan Ramadhan.

Saya harus minta maaf kepada Presiden Direktur Yayasan Pendidikan Telkom (Dr. Herry Kusaeri) karena dengan sengaja tidak mematuhi Surat Edaran YPT no. 424/SDM-07/YPT/2009 tentang Jam Kerja Selama Bulan Puasa 2009. Pada surat edaran tersebut tertulis jam kerja selama bulan Puasa adalah sebagai berikut:

  • Senin – Kamis: 08.00 – 15.30
  • Jumat: 08.00 – 16.00

Sementara pada kenyataannya di bulan Puasa ini telah, sedang, dan akan ada dosen, admin, dan mahasiswa yang mulai bergiat jam 07.00 dan mengakhiri kegiatannya di kampus hingga menjelang Maghrib.

Semoga berkah Ramadhan mengimbas pada awal hingga akhir semester ini, sehingga memberikan sebesar-besar manfaat dan berkah bagi kita semua.

.


Aug 14 2009

“saya yakin tidak salah”

Kemarin saya mengikuti dua acara berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru ITTelkom tahun 2009.
Yang pertama adalah sidang terbuka senat, dimana mahasiswa baru secara resmi dikukuhkan menjadi anggota sivitas akademika ITTelkom oleh ketua senat.
Yang kedua adalah pertemuan dengan orang tua mahasiswa baru.

Merasakan secara langsung berjalan diantara mahasiswa baru yang penuh semangat.
Bertatap muka langsung dengan orang tua mahasiswa.
Menyaksikan langsung binar-binar kebahagiaan dan harapan di mata beliau-beliau.
Mendengarkan ungkapan saran, pertanyaan, dan kecemasan.
Menghadapi orang tua yang dengan tanpa ragu didepan forum menyatakan, “Setelah saya mendengar paparan para pimpinan ITTelkom, saya yakin pilihan anak saya untuk melanjutkan sekolah di sini tidak salah.”

Saya agak merinding.
Orang tua tua mahasiswa telah mempercayakan sekian tahun pengembangan anaknya kepada kita.
Sekian ribu mahasiswa telah menyatakan ingin bergabung dengan kafilah perjalanan kita.

Ini adalah amanah yang tidak ringan.

Saya agak merinding.
Jangan-jangan ITTelkom ini dipersepsikan sebagai institusi super yang tanpa kekurangan.
Semoga Allah membantu kita agar mau dan mampu memperbaiki yang masih kurang dan meningkatkan apa yang memang sudah baik.
.


Aug 11 2009

mereka tidak butuh belas kasihan

Kalaupun seringkali muncul keluhan “mahasiswa sekarang cenderung semakin manja”, menurut saya salah satu faktor pemicunya justru perlakuan kita (pengelola, dosen, staf admin, asisten dst.) kepada mereka.

Kita masih menggunakan paradigma ‘menyuapi’ saat berinteraksi dengan mereka. Kita masih menganggap mereka sebagai anak kecil yang harus selalu dibantu dalam menyelesaikan masalahnya.

Setiap kali mereka bertanya, selalu kita beri jawaban yang seolah-olah final, sehingga mereka merasa tidak perlu berupaya lagi untuk mencari kelengkapan atau jawaban yang lebih benar.
Setiap kali mereka terpojok karena tidak memperhatikan atau tidak taat aturan, segera saja kita tergopoh-gopoh menerbitkan kebijakan (yang kadang tidak bajik) untuk ‘menyelamatkan’ mereka. Dan lain-lain ’suapan’ untuk mereka.

Kita lakukan itu semua atas nama ‘kasihan’.

Menurut saya (mohon koreksi kalau saya salah), mereka tidak butuh belas kasihan!

Yang mereka butuhkan adalah kasih sayang dan suasana yang kondusif untuk mengembangkan potensi dirinya.

Suasana tentu saja terbentuk dari (antara lain): interaksi dengan orang-orang disekelilingnya (pengelola, dosen, staf admin, asisten, mahasiswa lain, penduduk di lingkungan kampus dll), aturan yang efektif, adil dan tersosialisasikan dengan baik, ketersediaan sarana & prasarana yang memadai, dan budaya lingkungan akademik & non-akademik.

Semua faktor tadi dibangun dengan landasan kasih sayang. Dengan paradigma kasih sayang, justru kita akan sedikit-demi sedikit mengurangi proses ‘menyuapi’. Kita akan perbanyak proses yang mengharuskan mereka secara aktif -dengan motivasi internal- berproses mengembangkan dirinya, sembari menyelesaikan masalah-masalah yang timbul sepanjang perjalanannya.

Bagaimana berbagi kasih sayang dan menciptakan suasana yang kondusif?
he..he.. sementara ini saya melarikan diri dulu dari sergapan pertanyaan seperti ini :-)

.


Aug 10 2009

jangan kejar IP

Tadi sore bada ashar, saya ditodong Tamami (alumni S1 IF) untuk memberikan wejangan maksimal 30 detik untuk diperlihatkan kepada mahasiswa baru.

“Wejangan yang seperti apa?”, tanya saya.
“Kiat biar IP-nya bisa bagus, Pak”, jawabnya.
Hmmm… susah juga… lha wong saya sendiri waktu kuliah gak pake jurus aneh-aneh.

*Mikiiiir… mikiiiirrr….* (wejangan-nya ditungguin)

“Oke.. gini aja deh….” (akhirnya dapet wangsit juga)
Tamami mempersiapkan handphone-nya untuk ngambil video.
*eng..ing….eeeeng….*

Saya sendiri sebetulnya juga lupa tadi persisnya ngomong apa, tapi intinya kira-kira begini:
Jangan ngejar IP. Anggaplah IP sebagai efek samping.
Saat kuliah kejarlah kompetensi, pengetahuan, kecakapan dst.
Kalau kompetensi, pengetahuan, kecakapan dst. kita dapat, Insya Allah IP akan ngikut

.


Aug 7 2009

diskusi kecil dengan UU 20 thn 2003

Saya ingin garis bawahi beberapa hal (dan berdiskusi kecil) dari kutipan UU no 20 thn 2003.

#1

… mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk …

Saya berasumsi lembaga penyelenggara pendidikan, pendidik dan peserta didik adalah entitas utama yang akan bersinergi untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang baik.
Jadi syarat utama agar pendidikan dapat berjalan baik adalah suasana belajar dan proses pembelajaran yang kondusif.

Kondusif untuk apa?
Kondusif agar peserta didik secara aktif bisa mengembangkan potensi dirinya.

Dari kalimat singkat di atas saja, setidaknya ada dua topik yang bisa didiskusikan cukup panjang.

Pertama, karena latar belakang, potensi, dan gaya belajar masing-masing peserta didik beragam, apakah itu berarti harus terbangun suasana belajar dan proses pembelajaran sejumlah tipe peserta didik?

Kedua, tanggung jawab terbesar dan aktifitas terbanyak seharusnya ada pada peserta didik, bukan pada pendidik. Peserta didik harus secara sadar dan aktif berupaya untuk mengembangkan potensi dirinya.
Tentu saja pada awalnya ada syarat bahwa peserta didik dibantu oleh pendidik untuk mengenali potensi dirinya berikut ditunjuki jalan untuk mengembangkan potensinya tersebut. Khusus untuk pendidikan tinggi, pendidik selayaknya menempatkan diri sebagai fasilitator dan katalisator bagi proses pengembangan potensi peserta didik.
Masalah besar kita adalah bagaimana menyadarkan dan memotivasi peserta didik dan pendidik untuk melakukan hal tersebut?

#2

… agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab …

Ternyata cukup banyak tujuan pendidikan (nasional).
Yang pertama tetap “iman dan takwa”.
“Berilmu dan cakap (terampil)” ternyata hanya sebagian saja dari keseluruhan tujuan.
Jadi tidak benar jika pendidikan hanya fokus pada pengetahuan dan ketrampilan agar lulusan bisa bekerja.

Menurut saya, pendidikan harus bersifat holistik, yang memungkinkan peserta didik menjadi manusia yang berkualitas lebih baik, menuju manusia paripurna (insan kamil).

“Manusia paripurna” itu yang seperti apa? Bagaimana jalan mencapainya?

Mohon maaf, kapasitas saya belum cukup untuk menjawab pertanyaan itu.

.

{mungkin akan bersambung kapan-kapan}

.


Aug 7 2009

berusaha selalu diingat, tapi tetap sering kelupaan

Dengan akan dimulainya tahun pembelajaran 2009-2010, saya ingin mengingatkan kepada diri sendiri beberapa hal mendasar tentang pendidikan.

// Kalau untuk mengingatkan diri sendiri mengapa harus ditulis di blog?
// Katanya sih dengan menulis akan meningkatkan peluang
// untuk nempel di ingatan lebih lama daripada sekedar terlintas
// di fikiran saja

Saya kutip dari UU RI no 20 thn 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:

Pasal 1

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa dan negara.

Pasal 3
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

.

{to be continued – mau Jumatan dulu}
.


Aug 7 2009

selamat datang…

Hari-hari ini adalah masa pendaftaran mahasiswa baru ITTelkom angkatan 2009.

.
Selamat datang mahasiswa baru ITTelkom.
Selamat datang orang-orang yang akan bersama berupaya menjadi manusia yang lebih baik.

.


Aug 5 2009

Insya Allah…

Insya Allah blog ini akan saya isi dengan tulisan yang berkaitan dengan keberadaan saya di ITTelkom.

</FAZ>